Bagi Anda yang sering mengunakan Flash Disk untuk penyimpanan data tentukan Anda pernah mengalami dimana Flash Disk Anda terkena Virus seperti Brontok atau Trojan yang mengakibatkan data/file tersebut tidak bisa dibuka dan bahkan semua data Anda yang ada dalam Flash Disk hilang. Meskipun demikian Anda tidak merasa kecewa atau bosan untuk tidak menggunakan Flash Disk tersebut dan masih setia untuk tetap menggunakan Flash Disk sebagai media untuk menyimpan data, karena memang selain bentuknya yang cukup kecil sehingga mudah dibawa kemana saja tapi Flash Disk juga mampu menyimpan data yang cukup banyak.
Saat ini sangat banyak dan beragam Flash Disk yang di jual dipasaran dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan yaitu selain memiliki kapasitas penyimpanan data yang cukup besar tapi juga ada yang sudah dilengkapi dengan anti virus. Akan tetapi memang tidak menjamin Flash Disk yang sudah dilengkapi antivirus akan terbebas dari virus, hal ini tergantung seberapa sering Flash Disk digunakan untuk men-download atau upload dari komputer satu ke komputer lainnya terlebih jika digunakan pada komputer yang ada di Warnet yang memang gudangnya virus.
Berikut TIPS yang bisa Anda gunakan agar terhindar dari Virus yang menyerang Flash Disk :
1. Perhatikan semua data/file yang ada dalam Flash Disk.
Seharusnya Anda mengenal dan tahu betul semua data/file yang tersimpan pada Flask Disk dan jika ada data/file tidak Anda kenal di dalam Flash Disk maka jangan sekali-sekali Anda tergoda untuk bukanya dan segera untuk menghapus/delete file tersebut.
2. Perhatikan Jika Anda sedang men-download file (misal gambar/foto, xls dll).
Saat Anda men-download dari internet dan menyimpannya secara langsung pada Flash Disk jangan terburu-buru untuk membukanya apa yang telah Anda download perhatikan type filenya terlebih dulu jika berupa Application(.exe) bisa berarti itu sebuah virus. Akan tetapi untuk yang mendownload software biasanya Type file-nya memang selalu Application(.exe), maka sebelum dibuka lakukan scan terlebih dulu. Type file Application(.exe) biasanya digunakan untuk menjalankan suatu program/aplikasi tertentu.
Misalnya : Bunga Citra Lestari.jpg.exe
Nama file (Bunga Citra Lestari.jpg) size (538) Type (Application/.exe) Date Modified (6/23/2008 9:30 AM). Pada saat itu misalnya Anda sedang men-download foto Bunga Citra Lestari dalam bentuk .jpg tapi kenapa type filenya Application(.exe) bukannya seharusnya ACDSee /JPG Image. Untuk itu jangan sekali-sekali tergoda untuk membukanya segera delete.
3. Gunakan WINZIP untuk mem-backup data.
WINZIP biasanya hanya dipakai hanya untuk meng-kompress data/file yang akan dikirim via E-mail dan jarang sekali WINZIP digunakan untuk hal lain seperti menyimpan data sebagai backup-nya. Menyimpan data yang ada di Flash Disk dengan WINZIP padahal mampu menyelamatkan data terhidar dari virus akan tetapi hampir tidak pernah dilakukan terutama bagi yang menggunakan Flash Disk untuk menyimpan data/file dalam bentuk WINZIP.
Kisaran waktu yang dibutuhkan untuk WINZIP dan Extrak data/file tergantung besarnya data/file yang Anda miliki, hal ini sama seperti Anda sedang meng-copy dan paste.
Memang sepertinya Anda perlu meluangkan sedikit waktu untuk me-WINZIP dan Extrak tapi demi keamanan data/file yang sangat penting yang telah Anda simpan cukup lama di dalam Flash Disk apakah Anda rela data/file tersebut akan hilang begitu saja? Jawabanya tentu tidak . Hal ini juga bisa Anda dilakukan dan gunakan untuk menyelamatkan data yang ada pada Hard Disk External maupun pada komputer atau laptop itu sendiri.
4. Jika Flash Disk sudah terkena virus
Bagi Flash Disk yang sudah terkena virus tidak usah panik ada 2(dua) cara untuk untuk membuang virus yang ada dalam Flash Disk, yaitu sbb:
1. Untuk PC yang tidak ada fasilitas internetnya meskipun meskipun PC tersebut ada software anti virusnya maka caranya adalah :
A. Biasanya file yang terkena virus tidak bisa di buka karena type file akan berubah menjadi yaitu .exe agar bias di buka maka,
B. Gunakan komputer yang tidak terinstall antivirus untuk membuka data/file dan biasanya data/file dalam Flash Disk dikenal seolah-olah tidak ada virus sama sekali dan data/file dapat dibuka.
C. Setelah data/file terbuka lakukan WINZIP semua data/file yang ada di Flash Disk dan simpan sementara pada komputer. Setelah Anda yakin semua data/file telah di WINZIP
D. Format ulang Flash Disk Anda kemudian copy hasil WINZIP ke Flash Disk dan untuk menggunakan data/file lakukan Extrak data/file WINZIP ke komputer manapun yang tidak ada virusnya.
Antara virus dan antivirus ibarat polisi dan penjahat dimana pejahat dulu yang menyerang baru polisi mengamankan begitu juga virus jadi tidak ada antivirus yang sangat manjur untuk menangkal virus dan jalan keluar yang paling aman adalah backup, backup and backup dan jangan lupa untuk selalu mengupdate software anti virus yang ada pada PC Anda minimal sebulan sekali.
2. Untuk PC yang ada fasilitas internet dan tentunya ada software anti virusnya maka untuk membuang virusnya Anda lakukan adalah sbb:
A. Pastikan PC terkoneksi dengan internet dan terisntall antivusnya(Norton)
B. Scan Flask disk hingga terdeteksi semua virusnya(brontok,w32.silly, dll)
C. Setelah proses scan selesai klik pada risk (nama virusnya) hingga secara
otomatis PC akan terkoneksi ke internet (yaitu ke provider anti virus sesuai
yang terinstall pada PC). Dan akan memberikan penandaan apakah virus
tersebut katagori tinggi sedang atau rendah. Lakukan proses klik nama
virus secara manual satu persatu hingga selesai
D. Setelah selesai biasanya PC minta untuk melakukan reboot sebagai
langkah akhir dalam proses membuang virus dan setelah reboot coba
scan ulang Flask Disk sekali lagi untuk memastikan tidak ada virus.
SELAMAT MENCOBA




